Site Loader

Demak – Abd. Hamid, lahir di Jepara pada tanggal 10 Mei 1968. Lahir dari keluarga yang agamis dan sederhana. Ayahnya bernama Suhud yang bekerja sebagai Ulu-ulu (Pengairan) dan Ibunya bernama Maryatul Qibtiyah yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang di pasar.

Putra bungsu dari empat bersaudara ini menghabiskan masa kecilnya di tempat kelahirannya tepatnya di desa Kedungombo Buaran kecamatan Mayong kabupaten Jepara yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota. Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan keluarga sejak kecil ia terima dengan sangat kuat yang didukung lingkungan tempat tinggalnya yang agamis. Orangtuanya berusaha membekali anak-anaknya dengan  ilmu, bukan kekayaan. Untuk itu, waktunya dihabiskan untuk belajar ilmu agama dengan mengaji pada guru ngaji setempat.

Pendidikan formalnya dimulai dengan belajar di MI “Kedungombo” Buaran lulus pada tahun 1982. Setelah itu, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Mayong lulus pada tahun 1985. Karena jarak pusat kota Jepara yang sangat jauh ia memilih melanjutkan pendidikan di Kudus yang lebih dekat dari tempat tinggalnya, tepatnya di PGA Negeri Prambatan Kidul  Kabupaten Kudus dan lulus pada tahun 1988. Selama belajar dari SMP hingga PGA ia berangkat dengan naik sepeda penuh semangat. Dengan jarak tempuh sekitar 4 km sampai kota Kecamatan ia ke sekolah bersama teman-temannya yang berasal dari satu desa hingga lulus sekolah.

Kemudian, ia berkeinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagaimana harapan orangtuanya. Namun, karena ayahnya telah meninggal saat ia duduk di kelas 2 PGA niat untuk kuliah ia urungkan. Pria yang bercita-cita menjadi guru ini memilih untuk bekerja wiyata bhakti  di SD Buaran 3 Mayong dan MI”Kedungombo” Buaran (almamaternya) selama 2 tahun yaitu pada tahun 1988 sampai 1990.

Pada tahun 1990 ia berkesempatan kuliah di IAIN Walisongo di Salatiga dengan mengambil Program Diploma II. Lulus kuliah pada tahun 1992 ia bermaksud mendaftar CPNS namun tidak diterima karena formasi yang dibutuhkan saat itu sangat sedikit.

Waktu berikutnya ia habiskan untuk wiyata bhakti di MTs Kedungombo Buaran Mayong. Selama 2 tahun ia mengabdi sebagai pendidik dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Hidup bersama ibunda saat itu menjadikan ia semakin semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik sehari-hari. Pada saat ada lowongan CPNS guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tahun 1994 berbekal restu orangtua ia mendaftarkan diri dan dapat diterima. Namun, di tengah kebahagiaan diangkat menjadi guru berstatus PNS justru muncul kesedihan. Sebab, harapan agar bisa bekerja dekat dengan ibundanya tidak kesampaian karena ia ditempatkan sebagai guru PNS di kabupaten lain.

Sesuai SK pengangkatan, ia ditugaskan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama kabupaten Demak, tepatnya di MIN Wonoketingal kecamatan Karanganyar kabupaten Demak (1995-2000). Di sela-sela menjadi guru pada tahun 1996 ia melanjutkan kuliah program sarjana (S1) di Institut Islam Walisembilan (IIWS) Semarang dan lulus pada tahun 1999. Setelah mendapatkan gelar sarjana ia tetap bertugas di MIN Wonoketingal. Di tempat tugas inilah kesedihannya yang ditugaskan di luar kota kelahirannya dibalas dengan kebahagiaan. Sebab, di MIN Wonoketingal inilah ia menemukan dambatan hatinya. Bertemu dengan Juwariyah, salah satu guru di tempat yang sama ia mengajar. Kemudiaan, dinikahinya wanita pujaan hati pada tahun 2000 dan sudah dikaruniai 2 anak yang diberi nama Muhammad Juha Arsyadani Arif dan Ahmad Juha Azmi Al Rafif.

Pada tahun 2001 ia dipromosikan menjadi kepala madrasah di MI Sultan Fatah kecamatan Demak Kota. Di awal tugasnya sebagai kepala sekolah tantangan yang dihadapi sangat berat. Sebab, secara geografis MI Sultan Fatah berlokasi di pusat kota yang diapit sekolah-sekolah favorit seperti SD N Bintoro 5, SD N Bintoro 4, serta SDIT Az-Zahra. Selain itu, masyarakat kota pada saat itu lebih cenderung menyekolahkan anaknya di SD; MI dipandang sebelah mata.

Sebagai pimpinan, ia menggali informasi dan mencari formula agar MI dapat sejajar dengan sekolah-sekolah favorit. Ia membuat terobosan dengan meningkatkan Kegiatan Pembelajaran yang aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan ,serta  menambah  kegiatan ekstrakulikuler sesuai keinginan peserta didik ,diantaranya Drum Band dimana saat itu tidak semua SD Negeri di kota memilikinya. Selain itu, ia memilih dan menempatkan guru yang kompeten dan profesional untuk mendukung program-programnya. Seiring dengan berjalannya waktu prestasi demi prestasi dapat diraih MI Sultan Fatah.

Berkat prestasi yang diperolah selama menjadi kepala madrasah, oleh Kementerian Agama RI pada tahun 2006 ia diangkat sebagai pengawas RA dan MI di Kecamatan Dempet selama dua tahun dan selanjutnya dipindah tugaskan di kecamatan Wedung kabupaten Demak. Awal sebagai pengawas RA/MI di kecamatan Wedung tantangan yang dihadapi tidak ringan. Ia harus membina 14 RA dan 19 MI yang terletak di daerah pantai (sekitar 17 km dari pusat kota) dengan kultur pedesaan. Jarak tempuh yang jauh dan akses jalan menuju sekolah yang ada saat itu masih berupa jalan tanah tidak menyurutkan semangatnya sebagai pengawas. Ia menganggap RA/MI yang dibinanya menjadi mitra kerja yang baik. Permasalahan profesionalisme guru MI se-Kecamatan Wedung menjadi perhatiannya. Sebab, jumlah guru MI se-Kecamatan Wedung yang berjumlah 151 orang sebanyak 86% yang termasuk kategori profesional. Dengan ketekunannya dalam melakukan pembinaan, pemantauan dan penilaian (evaluasi) akhirnya profesionalisme guru meningkat menjadi 92%.

Selama menjadi pengawas, tepatnya pada tahun 2007 ia diterima pada seleksi tingkat kabupaten Demak untuk menjadi fasilitator daerah (Fasda) USAID-DBE1 (United State Agency International Development – Decentralited Basic Education: bidang Manajemen). Yaitu, program kerja sama Pemerintah RI dengan pemerintah Amerika Serikat di bidang pendidikan. Setelah mengikuti TOT (Training of Trainer) di USAID tingkat provinsi selanjutnya ia bertugas sebagai Fasilitator pelatihan peningkatan kapasitas  semua kepala ,guru dan Komite SD/ MI  Mitra sasaran di kabupaten Demak.

Selama aktif di USAID ia mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang tata kelola sekolah/madrasah. Oleh pihak USAID ia juga sering ditugaskan menjadi fasilitator  bagi guru dan kepala sekolah SD/MI untuk daerah-daerah lainnya seperti Blora, Grobogan, Kudus, dan Jepara. Produk yang dihasilkan dari kegiatan tersebut diantaranya RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) berupa : EDS/M RKS/M,RKTS/M dan RKAS/M bagi pengembangan madrasah/sekolah.

Ia juga ditunjuk oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Tengah menjadi narasumber pada beberapa kegiatan Workshop pengembangan madrasah. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar mutu lembaga pendidikan dalam naungan Kementerian Agama khusunya di Jawa Tengah dapat meningkat. Untuk itu, ia dengan penuh dedikasi dan pengorbanan sering meninggalkan keluarga karena tugas-tugas ke luar kota sebagai narasumber acara pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama provinsi Jawa Tengah.

Pada tahun 2008 Abd. Hamid terpilih sebagai peserta TOT  Assesor SD/MI tingkat Nasional oleh Badan Akreditasi Nasioanal Sekolah/Madrasah (BAN S/M) yang diselenggarakan di Bogor. Keberhasilan tersebut menjadikan ia memiliki hak untuk menjadi pelatih calon Assesor SD dan MI di Badan Akreditasi Sekolah / Madrasah (BAP S/M) Provinsi Jawa Tengah. Dengan berbekal kemampuan tersebut ia diminta oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menjadi narasumber tentang Sukses Akreditasi Madrasah yang Bermakna.

Kesibukannya di USAID dan Pelatih Assesor tidak meninggalkan tugasnya sebagai Pengawas RA/MI. Ia tetap melakukan, pembinaan, monitoring dan evaluasi pada madrasah yang menjadi binaannya. Ia tetap menjalin komunikasi yang baik dengan guru-guru dan kepala madrasah. Sehingga, dari sejumlah MI di Kecamatan Wedung yang pada saat awal ditugaskan belum terakreditasi, pelan-pelan terwujud 14 MI terakreditasi dengan predikat A, dan 4 MI berpredikat B.

Pada tahun 2010 ia diterima oleh Kementerian Agama RI sebagai Master Trainer MEDP (Madrasah Educational Development Project). Ia ditugaskan untuk melatih para kepala sekolah, guru, dan komite MI/MTs/MA Mitra sasaran di wilayah Jawa Tengah tentang peningkatan mutu madrasah dalam akreditasi.

Pada tahun yang sama Abd. Hamid terpilih sebagai peserta  TOT tentang Manajemen BOS. Ia ditugaskan untuk melatih kepala sekolah SD/MI dan bendahara sekolah/Madrasah tentang tata kelola BOS di Kabupaten Demak. Materi yang ia berikan tentang penggunaan dan pelaporan BOS secara benar, profesional, dan akuntabel.

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pengawas dan narasumber, pada tahun 2010 Abd. Hamid melanjutkan pendidikan magister (S2) di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang Program Pendidikan Agama Islam. Pengalamannya sebagai praktisi pendidikan dan ilmu serta pengalaman yang dimilikinya membantu dirinya dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. Sesuai yang ia rencanakan, pendidikan S2 dapat diselesaikan tepat waktu dan berhasil lulus pada tahun 2012.

Selanjutnya, pada tahun 2013 Abd. Hamid diterima menjadi fasilitator Provinsi untuk program USAID Prioritas. Program ini merupakan kerja sama lanjutan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah AS di bidang peningkatan mutu sekolah dan madrasah. Ia ditugaskan mengikuti pelatihan TOT Praktik Yang Baik di SD/MI Modul 1,II,dan III yang dilaksanakan di kota Surakarta, Makasar, dan Bandung.

Dengan kemampuan yang dimiliki, ia  ditugaskan oleh USAID Prioritas Jateng memfasilitasi TOT tingkat provinsi bagi para Fasilitator Daerah(Fasda) . Dan Ia juga mendapat tugas  memberi pembekalan dan pendampinagn kepada fasilitator daerah di Kabupaten /Kota seperti di Kudus, Batang, Wonosobo, Purbalingga, Kabupaten Semarang, dan Sragen. Kegiatan pendampingan  ini dimaksudkan agar para fasilitator daerah dapat mengingat kembali dan dapat memfasilitasi sesuai modul yang dilatihkan pada TOT di tingkat  Jawa Tengah.

Selama bertugas sebagai pengawas, ia juga aktif menulis buku-buku pelajaran. Ia berhasil menulis buku SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) untuk MI pada penerbit Ganesha Bandung (2003),Buku Fiqih MI kelas 1 – VI pada penerbit Erlangga Jakarta (2008). Selanjutnya ia menulis buku Bahasa Indonesia untuk MI yang diterbitkan Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah (2004). Ia juga menjadi Tim Penyusun Buku Siswa dan Guru, Kurikulum 2013 mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits kelas V MI pada Kementerian Agama RI (2013).

Pada tahun 2015 Abd. Hamid mengikuti seleksi Pengawas Madrasah Berprestasi. Seleksi dilakukan dari tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. Puncak Kompetisi pengawas madrasah berprestasi tingkat nasional diselenggarakan di Hotel Salak The Heritage Bogor pada tanggal 15, 16, dan 17 Oktober 2015. Terdapat empat aspek penilaian dalam kompetensi pengawas madrasah berprestasi; yaitu portofolio, presentasi Karya Ilmiah, penguasaan bahasa Inggris dan Bahasa Arab, serta Karya inovasi. Pada ajang tersebut, ia berhasil meraih juara I Kompetisi Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional mengalahkan peserta lain dari delegasi beberapa provinsi yang sudah masuk menjadi nominasi.

Adul Hamid saat menerima penghargaan dari Menteri Agama

Dalam kiprahnya di organisasi profesi Pengawas, Abdul Hamid turut mengabdikan diri selain sebagai anggota juga termasuk Pengurus IntisKelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) Provinsi Jawa Tengan sebagai Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Jateng.

Abd. Hamid mendapatkan kesempatan pada kegiatan Kementerian Agama RI dalam Ajang Malam Puncak Anugrah API (Apresiasi Pendidikan Islam) pada tanggal 11 Desember 2015. API merupakan ajang penghargaan dari  Menteri Agama RI kepada pihak-pihak yang peduli atas Pengembangan Agama Islam  di seluruh Indonesia. Dan, berikutnya ia mendapat kesempatan mengikuti rangkaian upacara kenegaraan HUT RI ke 71 tanggal 17 Agustus 2016 dan ramah tamah dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara mewakili unsur Teladan Kementerian Agama RI.

Atas dedikasinya di dunia pendidikan selama 20 tahun berturut-turut, Abd. Hamid mendapat Anugrah Tanda Penghormatan Satyalancana Pendidikan dari Presiden RI pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-71 yang diselenggarakan di SICC Sentul Bogor pada tangga, 27 November 2016. Dan saat ini terhitung mulai akhir 2016 pindah tugas sebagai Pengawas MTs pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah.

Keberhasilan Abd. Hamid dalam menorehkan beberapa prestasi tidak lepas dari semangat dan keikhlasannya dalam ikut memajukan dunia pendidikan di tanah air. Inovasi-inovasi yang ia buat selama menjadi guru, kepala madrasah, pengawas, serta narasumber tidak lepas dari motto hidupnya yaitu “tidak takut salah untuk membuat sesuatu”. Prinsipnya, selama sesuatu yang ia lakukan itu baik dan memberi manfaat untuk kemajuan pendidikan maka ia akan melakukannya.

Selain itu, dukungan istri dan  keluarganya juga tidak kalah penting dalam mewarnai prestasi yang pernah diraihnya. Selama meninggalkan anak-anak dan istri di rumah demi tugas yang diembannya di luar kota bahkan di luar provinsi, mereka tetap memberikan dukungan dan doa.

Pemikiran dan waktunya ia dedikasikan untuk kemajuan pendidikan bangsa Indonesia. Ilmu dan kemampuan yang dimiliki ia salurkan kepada guru maupun Kepala Madrasah yang selama ini menjadi binaan dan mitra kerjanya. Memberikan motivasi dan pencerahan kepada semua pihak yang peduli dengan pendidikan. Dengan keimanan dan doa, ia berharap pendidikan di Indonesia terutama Pendidikan Madrasah mengalami peningkatan mutu baik kualitas maupun kuantitas.

Alhamdulillahirrohmanirrohim, pada tahun 2018 bersama istri tercinta dapat melaksanakan ibadah Haji ke tanah suci Makkah dan Madinah dengan selamat dan lancar  semoga menjadi haji yang mabrur. Aamiin Alamat tinggal sekarang, Jalan Lingkar Demak kampung Mindik Baru RT 05 RW 02 desa Botorejo kecamatan Wonosalam kabupaten Demak, no HP 081226448196, email  hamidabdaa@yahoo.co.id, Fb Abd Hamid, Instagram Abdhamid 1160. (Sumber : Abdul Hamid, Editor-Idi Joko Sudono-Humas Pokjawas)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download