Site Loader

Batang—Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kab Batang, Senin 09 November 2020, diselenggarakan pembimbingan mendalam penyusunan DUPAK guru. Kegiatan ini bertujuan ingin memberikan suplai energi dan semangat guru untuk berkarir menjadi yang terdepan, terbaik dan profesional. Kegiatan pembimbingan mendalam ini dihadiri oleh guru MI/MTs/MA se-Kabupaten Batang yang saat ini mengajukan kenaikan pangkat. Sebagai narasumber kegiatan Pengawas Madrasah yang cakap dan berlisensi dibidangnya, beliau adalah  Dra. Hj. Minarsih, M. Pd.

Didasarkan pada Permen PAN-RB No. 16 tahun 2009, pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Kemudian di dalam Peraturan Bersama Mendikbud dan Kepala BKN No 03/V/PB/2010 No 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permendiknas No 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, bahwa penilaian jabatan fungsional guru didasarkan pada penilaian tugas utama, pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri dari pengembangan diri dan publikasi ilmiah/karya inovatif, serta penunjang tugas utama guru. Regulasi ini secara jelas mengatur penjaminan karir guru dan sekaligus pengembangan potensi guru menuju guru professional.

Permasalahan peningkatan karir guru memang menjadi permasalahan kronis yang menggejala di komunitas guru. Banyak guru terkendala dalam urusan kenaikan pangkat karena beranggapan teknis pengusulannya rumit dan melelahkan, kenaikan gaji tidak sebanding dengan proses ajuan, kurang memahami cara menghitung angka kredit, kurang memahami penyusunan publikasi ilmiah/karya inovatif, dan lain sebagainya. “Sebenarnya kebutuhan angka kredit itu adalah suatu hal yang sudah dilaksanakan oleh guru, baik melalui kegiatan kolektif maupun aktifitas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi guru. Hanya aktifitas-aktifitas yang dilakukan itu tidak dibarengi dengan pendokumentasian yang baik. Sehingga ketika harus mengeksekusi laporan, guru merasa kesulitan. Inilah persoalan klasik yang harus dipecahkan”, Jelas Minarsih mengawali kegiatan.

Prosesi pembimbingan mendalam dimulai dengan melakukan identifikasi item-tem yang ada pada permenpan RB no.16 tahun 2019. Kemudian setelah mengetahui unsur-unsur yang dibutuhkan dalam kenaikan pangkat, guru mulai menyiapkan bukti fisik terkait, dan meresumnya dalam DUPAK. Dengan penuh kesabaran, Minarsih membantu dan memecahkan kebuntuan guru dalam memahami usulan penilaian angka kredit. Alhamdulillah, proses pembimbingan mendalam berjalan baik, dan yang paling urgen, guru paham apa yang harus direncanakan, dilaksanakan, dan dilaporkan dari aktifitas hariannya. Sehingga persoalan angka kedit guru tidak muncul lagi.

Diakhir sesi, Minarsih berharap perencanaan SKP tahunan guru benar-benar bisa menjadi cermin pelaksanaan tugas dan fungsi guru pada tahun berjalan. Karena sebenarnya dengan pencapaian SKP melalui PPK diakhir tahun akan dapat meringankan pendokumentasian bukti fisik capaian kinerja tahunan. Sehingga kendala akan penyiapan laporan pengembangan diri, PKB, dan penunjang guru dapat diminimalisir. Semoga pengembangan profesi guru dapat dinamis melalui pemahaman yang utuh akan akun-akun yang ada pada sasaran kinerja tahunan (SKP) sebagai perencanaan awal. Menduplikasikan dalam aktualisasi tusi guru dan mempertanggungjawabkan dalam bentuk laporan tahunan.


Sumber          : Dra. Hj. Minarsih, M. Pd (Pengawas madrasah Batang)

Editor              : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

One Reply to “Penjaminan Karir Guru Terprogram Melalui SKP”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download