Site Loader

Purbalingga – Khasbi Istanto,S.Pd.I, pria yang lahir di Purbalingga tanggal 01 Juni 1987, akrab dipanggiil  Pak Abi, Berbekal ilmu dari bangku kuliah STAIN Purwokerto pada tahun 2010, Pak Abi menekuni profesi barunya  dengan  berbagi ilmu menjadi guru di MI Maarif NU 02 Tangkisan Purbalingga, Madrasah yang terletak di pegunungan di bawah kaki Gunung Slamet dengan jalan yang sulit sehingga tidak diminati para lulusan universitas untuk berbagi ilmu di madrasah tersebut.

Dengan niat kuat berbagi ilmu Pak Abi mengajar  dengan  sarana yang kurang, terutama dalam segi media pembelajaran. Hal ini membuat Pak Abi harus berkerja keras untuk berinovasi dengan apapun yang tersedia di madrasah, yang penting apa yang saya sampaikan saat pembelajaran anak memahami, jika  menunggu anggran pembelian media dari pihak sekolah belum tentu teralokasikan mengingat sarana prasaran yang kurang lengakap, Hal   inilah yang memunculkan  ide  kreatifitas dan inofasi dalam pembuatan media yang efektif, murah. sederhana dan tepat guna dari proses pelatihan dan  pengalaman pendampingan USAID pioritas.

Tahun 2013 Pak Abi mulai tertantang dalam hal pembuatan media berbasis barang bekas yang diambil dari lingkungan madrasah, dari proses mecoba, belajar dari kegagalan sehingga terciptalah “Gabil Basing” yaitu “Garis bilangan menggunakan batang singkong”. Media dari batang singkong ini digunakan untuk memudahakan peserta didik dalam mengoperasikan bilang bulat dan positif yang dibantu oleh media kertas dan karet (https://youtu.be/YvcfYgQITIQ)

Berawal dari media tersebut muncul ide-ide lain untuk membuat media pembelajaran lain hingga tak kurang dari 25 media pembelajaran dari barang bekas seperti batok perkalian, rumah satuan, pohon nusantara, KF Begar, Ranting berakar angka, dan lainnya. Semua dibuat dari barang bekas seperti halnya sang penyulap dadakan dengan tongkatnya mampu mengubah barang bekas yang tak berguna jadi media untuk mempermudah belajar anak.

Karya-karya tersebut teringkas lengkap dengan cara pengunaan dan cara membuatnya  dalam buku yang berjudul “Megic Media“ dan media  Jurus Jitu Membagi angka. https://youtu.be/1Iewx8PZayk.

Buku “Megic Media“ karya Khasby

Karya kreatif Khasby tersebut mampu mengantarkannya mewakili Kab Purbalingga untuk mengikuti seleksi  unjuk karya barang bekas Mitra USAID Piotitas di Jawa Tengah dan  menembus hasil terbaik juara I dan berhak melaju ketingkat Nasional  di Kantor Kemendibud  Jakarta, Di tingkat Nasional karya tersebut mengantarkannya menjadi terbaik II dalam show case unjuk karya barang bekas Mitra USAID  Pioritas se Indonesia Di Kemendikbud.

Kesempatan datang lagi di tahun 2016 mengikuti  Guru Berprestasi dengan media gabil basing yang menjadi bahan persentasi, Juara 1 menjadi bonus terindah, tak berhenti di situ, di ahir  tahun  2017 ia diberi kesempatan oleh Kementrian Agama  study visit ke University Finland.

Di akhir tahun 2018 ia meraih kesempatan mengikuti Anugrah konstitusi dengan media “Barkot Lima Gelas Kejujuran”, mensajikan minuman  berisi asas pemilu dan pengamalan  sila dalam Pancasila. Walaupn belum meraih juara, tapi pengalaman menjadi sumber ilmu yang berharga yang patut untuk dikembangkan lebih baik lagi,

“Membuat media barang bekas adalah hal yang mudah jika kita mau berusaha dan berani dengan kegagalan  tidak hanya di sekolah di desa di kotapun bisa memanfaatkan selagi kita ada usaha, insya Alloh ada jalan, Guru pinggiran bukanlah guru yang gaptek tapi guru yang diberi kesempatan untuk mengali potensinya untuk berkreatifitas dari keterbatasan sarana prasarana”, demikian pesan Khasbi menutup wawancara jarak jauh dengan Idi Joko. (Editor-Idi Joko Sudono-Humas Pokjawasmad)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download