Site Loader

Karanganyar—Implementasi Sahabat Madrasah sebagaimana dideklarasikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah adalah keterbukaan akses informasi perkembangan madrasah. Madrasah harus bisa “curah gagasan” dalam aspek manajerial dan pengelolaan madrasah, sehingga terjadi sharing perkembangan diantara sahabat madrasah.

Selasa (27/10), Kasubbag TU Drs. H. Nur Fauzi, M.Ag dan Kasi Penma Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak H. Abdul Rokhim, M. Pd, memimpin kunjungan studi banding kepala madrasah Kabupaten Demak ke Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Karanganyar. Diungkapkan oleh ketua rombongan bahwa studi banding  ini bertujuan untuk melihat lebih dekat dan “ngangsu kaweruh” kiat-kiat MI Muhammadiyah Karanganyar dalam merancang dan mengelola pembelajaran sehingga siswa-siswinya dapat berprestasi dalam kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

Menyambut dalam kegiatan tersebut, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Yusuf Iksanu Irham, S.Ag bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, H. Suriyanto, M.Pd.. Dalam sambutannya Suriyanto mengatakan bahwa, “MI Muhammadiyah Karanganyar berdiri pada tanggal  1 Januari 1974. Agenda utama setelah MI berdiri adalah merevitalisasi MI Muhammadiyah Karanganyar sehingga diterima dan diakui oleh masyarakat. Mulai tahun 2013 perkembangan MI Muhammadiyah mulai nampak. Melalui inovasi dan ide-ide kreatif Kepala Madrasah Marjiyanti perkembangan MI Muhammadiyah cukup pesat. Banyak prestasi yang ditorehkan madrasah baik tingkat nasional maupun internasional. Gebrakan yang selalu konsisten dilakukan adalah peningkatan SDM (sumber daya manusia), sarana prasrana, pogram-program yang terupdate mengikuti tuntutan zaman, serta membangun karakter siswa melalui pembiasaan madrasah yang menjadi ikon dan budaya madrasah”, tandasnya.

MI Muhammadiyah Karanganyar adalah salah satu lembaga pendidikan tingkat dasar di bawah naungan binaan Kementerian Agama yang berwawasan ke depan. Saat ini ada 25 kegiatan ekstrakurikuler yang disiapkan untuk membentuk karakter, pengetahuan, dan ketrampilan siswa. Sekaligus mempersiapkan diri pada arena kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan catatan kejuaraan bergengsi yang pernah diperoleh, diantaranya;

  1. Medali emas kategori “The Best Theory” Bidang Matematika pada Olimpiade MIPA SD/MI Muhammadiyah Se Jawa Tengah dan DIY (2005).
  2. Medali emas Olimpiade Jaringan Sekolah Muhammadiyah tingkat Nasional di Denpasar Bali (2010).
  3. “The Best Over All (Theory and Exploration)” dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah tingkat Nasional di Malang Jawa Timur (2013).
  4. Tim Olimpiade Matematika MI Muhammadiyah Karanganyar memenangi Olimpiade Matematika (OPTIKA) Tingkat Nasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2016).
  5. Medali Emas International Mathematical Olympiad (TIMO) di Bangkok Thailand (2018).
  6. Medali Emas Bidang Matematika di Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional di Bengkulu (2019).
  7. Hongkong Intenational Mathematical Oympiad (HKIMO) berhasil memperoleh 5 medali perak (2019)

Dari studi banding ini, ada catatan untuk sahabat madrasah tentang pencapaian perkembangan yang luar biasa dari MI Muhammadiyah Karanganyar, sebagaimana diungkapkan Abdul Rokhim adalah prinsip “ATM” (Ambil Tiru dan Modifikasi), sinergitas pengelola madrasah yang baik, berkembang sesuai dinamika tuntutan pendidikan dan masyarakat, dan tentunya semangat untuk menjadi madrasah yang hebat bermartabat dalam kerangka mewujudkan Kemenag Jawa Tengah Majeng.


Sumber            : Nur Azis, S.Ag, M. Pd (Pengawas MI Karanganyar)

Editor              : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download