Site Loader

Jawa Tengah (2/11)—REP-MEQR yang terdiri atas empat komponen diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan sistem pengelolaan pendidikan di Kementerian Agama. Keempat komponen tersebut adalah: Komponen (1) Penerapan Sistem e-RKAM (elektronik Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah) secara nasional dan Pemberian Dana Bantuan untuk Madrasah; Komponen (2) Penerapan Sistem Penilaian Hasil Belajar seluruh Peserta Didik Kelas 4 MI secara sensus nasional; Komponen (3) Kebijakan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru, Kepala Madrasah, dan Tenaga Kependidikan Madrasah; dan Komponen (4) Penguatan Sistem untuk mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Komponen 1 Proyek ini akan melaksanakan Bimbingan Teknis Penerapan Instrumen EDM dan ERKAM secara berjenjang mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Satuan Pendidikan Madrasah. Serangkaian Bimbingan Teknis EDM dan e-RKAM secara berjenjang rencananya akan dilaksanakan secara face-to-face training mulai dari Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan seluruh Madrasah berjumlah 15,422 madrasah pada Tahun 2020, dan sisanya dilaksanakan 2 tahun berikutnya dengan total hampir 50 ribu madrasah. Namun karena kondisi kahar (Force Majeure) berupa keadaan darurat nasional Pandemi Covid-19 kegiatan Bimtek dilakukan dengan menggunakan sistem blended atau hybrid yang menggabungkan sistem syncronous dan asynchronous.

Saat ini Jawa Tengah memasuki pelaksanaan Bimtek tahap 1 untuk komponen (1) Penerapan Sistem e-RKAM (elektronik Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah). Bimtek dilaksanakan dalam rentang waktu tanggal 2-20 November 2020. Dimana Bimtek terbagi dalam 3 Batch. Batch (1); tanggal 2-6 November 2020, Batch (2); 9-13 November 2020, dan Batch (3); 16-20 November 2020. Bimtek diikuti oleh 181 TIK (Tim Inti Kabupaten) yang tersebar di Kab./Kota Se-Jawa Tengah. Pola Kegiatan dengan menggunakan sistem daring, dimana pengajar dipusatkan di Kota Provinsi dan peserta berada di Kabupaten/Kota.

Pada Sesi Pembukaan melalui Video Conference Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Musta’in Ahmad, SH., MH, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan dan semangat peserta yang luar biasa. Kemudian beliau sampaikan bahwa, ”Penyusunan elektronik rencana kerja anggaran madrasah dan evaluasi diri madrasah adalah kebijakan nasional yang harus kita lakukan guna perbaikan sistem layanan. Untuk itu sebagai  pelaksana tugas di Kementerian Agama kita harus memegang budaya kerja professional dalam mengembangkan akses kemajuan di daerah masing-masing. Pribadi-pribadi yang bermental profesional harus dibangun sejak awal karena TIK nanti yang akan meneruskan kepada Tim yang ada di Madrasah. Hal ini membutuhkan kesiapan mental professional, karena bisa jadi kemudian hari ketika muncul persoalan Tim Inti Kabupaten cepat menyerah dan menjadikan program bisa terganggu bahkan gagal, oleh karena itu maka mental profesional harus dibangun dari awal”.

Kemudian lebih lanjut Musta’in Ahmad berharap, dengan Bimtek ini aplikasi eRKAM jika berada ditangan orang-orang professional, maka aplikasi ini akan menjadi aplikasi yang Handal dan pada gilirannya akan menjadikan Kementerian Agama yang profesional dan Handal. Selaras dengan apa yang disampaikan Kakanwil Kemenag Jateng bahwa tujuan Bimtek ini sesuai juknis adalah untuk memastikan setiap madrasah dapat melaksanakan dan menggunakan instrumen EDM sesuai dengan pedoman, serta menyusun RKAM berdasarkan hasil EDM dengan menggunakan aplikasi e-RKAM. Mudah-mudahan ikhtiar kita semua untuk mewujudkan madrasah hebat bermartabat serta majeng segera terwujud.


Sumber                                : Asikin

Editor                    : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download