Site Loader

Menjadi guru PNS di Kementerian Agama merupakan kebanggaan yang luar biasa. Bu Unil sapaan Muniroch, S.T yang lahir di Batang, 8 Juni 1977 sejak diangkat PNS 2009 yang lalu ditugaskan di MA Muhammadiyah Limpung-Batang. Lulusan Undip Teknik Kimia tahun 2000 ini setelah penugasan menjadi guru kimia di MAM Limpung tumbuh dan meresapi jati diri sebagai seorang guru hingga sangat mencintai profesinya saat ini. Banyak tantangan diawal penugasan, beberapa siswa merasa kesulitan memahami materi saat mereka membaca buku teks. Tapi dari situlah Unil mulai tergerak untuk menulis. Ya, menyusun diktat dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami siswa-siswanya. Unil menyisipkan kalimat-kalimat sakti dalam mengingat rumus atau kelompok unsur. Tak lupa, untaian kalimat motivasi selalu Unil tuliskan di akhir bab, agar mereka terbangun dan sadarkan diri untuk menyongsong hari esok yang cerah dengan penuh semangat. Disamping menyusun diktat, Unil pun mulai menyusun buku kimia, walaupun masih sangat sederhana dan hanya digunakan pribadi, ternyata buku tersebut sangat membantu sebagai salah satu sumber belajar.

Tahun 2011 karena dedikasi yang Unil berikan ke madrasah, ia dipercaya menjadi wakamad bidang kurikulum dan sekaligus diminta untuk merintis jurusan IPA. Di situlah kesempatan emas untuk mencurahkan segenap energi dan kemampuan mengeksplorasi dan mengelaborasi seluruh sumber daya madrasah. Banyak tantangan yang dihadapi, tapi karena kegigihan dan kerjasama semua unsur madrasah, tantangan dan hambatan menjadi terasa ringan. Jurusan IPA bagi MAM Limpung merupakan tuntutan pengembangan madrasah. Siswa-siswa pada awal dibukanya jurusan berusaha menjauh dari program IPA. Alhamdulillah, dengan pola hubungan komunikasi yang sangat baik dan pola pembelajaran having fun menyadarkan bahwa IPA bukan lagi momok tapi diminati siswa. Kedekatan Unil dengan siswa benar-benar seperti ibu bagi mereka. Bagi Unil keberadaan siswa dengan semangatnya, bagaikan karbohidrat sumber energi yang membuatnya selalu bersemangat merangkai pembelajaran dengan berbagai variasinya.

Untuk lebih meningkatkan profesionalitas personal, Unil rajin mengikuti kegiatan pengembangan diri. Diklat, workshop, pelatihan, dan seminar menjadi suatu keniscayaan. Pengembangan diri bidang kompetensi guru kimia, kepustakaan, publikasi ilmiah dan karya tulis ia jalani dengan senang hati. Ada sebuah harapan apa yang Unil lakukan akan mewarnai kreatifitas pembelajaran dan berdampak pada peningkatan kompetensi siswa.

Berkembangnya Unil tidak hanya pada kemampuan menulis diktat dan sumber belajar sederhana. Dengan ketekunan dan semangat untuk lebih profesional, kemampuan menulis Unil berkembang hingga penulisan karya ilmiah yang dimuat di media massa dan penerbit ber-ISBN. Diantara buah tangan dingin kreatifitasnya dalam menulis; Karakter Lebih Bermakna dalam Pembelajaran Kimia (Jateng Pos, 2018), Having Fun dengan Kimia (Jateng Pos, 2018), Memacu Semangat Belajar Siswa melalui Turnamen (Jawa Pos Radar Semarang, 2018), Praktikum Kimia Tanpa Laboratorium, Mengapa Tidak? (Jawa Pos Radar Semarang, 2018), Bermain Kartu dalam Pembelajaran Kimia (Jawa Pos Radar Semarang, 2019), Mengajar Sains Berbasis Al Qur’an (Jawa Pos Radar Semarang, 2019). Sedangkan karya buku yang diterbitkan diantaranya; Fun With Chemistry (Pustaka Mediaguru, 2018), Chem is Try (Kekata Group, Kekata publisher, 2019).

Diakhir wawancara melalui WA, Unil ingin menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Pengawas Madrasah Dra. Hj. Minarsih, M.Pd, kepala MAM Limpung Ahyaudin, S.Pd.I,  dan rekan-rekan guru. Unil senantiasa mengajak rekan-rekan guru untuk tak lelah mempersembahkan yang terbaik dalam pembelajaran. Berhasil membuat karakter siswa menjadi lebih baik adalah nilai tambah dan menjadi amal jariyah seorang guru.


Sumber       : “Unil” Muniroch, S.T

Editor          : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download