Site Loader

(H. Asikin, S. Ag., M. SI)

Bertempat di Hotel Pandanaran Kota Semarang, tanggal 19 sampai 23 Oktober 2020 dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator elektorik Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (e-RKAM) Zona B1 Jawa Tengah. Bimtek dilaksanakan secara synchronous dan asynchronous. Peserta dari Jawa Tengah sebanyak 18 orang terdiri dari 2 orang fasilitator Tim Inti Nasional (TIN), 12 fasilitator Tim Inti Provinsi (TIP) dan 4 orang dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Abdullah Faqih, ketua Project Manajement Unit (PMU) Realizing Education Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) mengatakan bahwa filosofi dari proyek REP-MEQR adalah mewujudkan janji pendidikan melalui reformasi kualitas manajemen pendidikan.

Tujuan REP-MEQR, menurut Faqih, adalah mereformasi kualitas pembelajaran, memberikan layanan pendidikan di madrasah yang berkualitas dan program-programnya berorientasi pada mutu pembelajaran. “Melalui proyek REP-MEQR dipastikan setiap belanja memiliki dampak output sekaligus outcome dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah” terang Faqih.

REP-MEQR meliputi 4 komponen kegiatan, yaitu e-RKAM, Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI), Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan pengembangan system data Pendidikan islam melalui EMIS.

Komponen pertama adalah e-RKAM, yaitu sebuah platform untuk memonitor kualitas belanja dana BOS madrasah. “e-RKAM tidak hanya untuk perencanaan dan penganggaran saja, tetapi juga untuk penatausahaan dan pelaporan anggaran BOS madrasah.  Melalui e-RKAM, madrasah diajak untuk bermimpi membuat program-program yang berkualitas, pada sisi lainnya Kementerian Agama akan memberikan support berupa bantuan kinerja dan bantuan afirmasi.” terang Faqih. Dari komponen ini diharapkan akan terjadi perubahan formula penyaluran BOS, tIdak hanya berdasarkan jumlah siswa saja, tetapi juga mempertimbangkan kinerja, berbasis perencanaan penganggaran yang berasaskan berkeadilan.

Komponen kedua adalah system Asesmen Kompetensi Mininal Siswa Indonesi (AKSI) bagi siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Komponen ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa MI memiliki kompetensi minimal dibidang Numerasi, Literasi, Sains dan Sosial Budaya. Hasil AKSI diharapkaan memberikan feedback bagi peserta didik, orang tua, satuan Pendidikan madrasah, Kantor Kementerian Agama pada semua tingkatan serta stakeholders madrasah. Pada akhirnya diharapkan adanya intervensi kebijakan, perencanaan kegiatan dan penganggaran BOS disususun berdasarkan kebutuhan.

Komponen ketiga adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, termasuk Kepala dan Pengawas Madrasah. Selama ini akses Guru dan Tenaga Kependidikan terhadap pelatihan dan program pengembangan masih sangat terbatas. ”Kita ingin mendesentralisasi pola pelatihan dengan memberdayakan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) di Kabupaten/Kota.

Komponen terakhir REP-MEQR adalah pengembangan EMIS yang akuntabel dan mudah diakses sebagai basis pengambilan kebijakan peningkatan mutu pendidikan islam. “Kebijakan yang baik harus berbasis data yang baik supaya tepat sasaran, akuntabel dan efektif,” terang Faqih

Di akhir sambutannya, Faqih berharap agar pelaksanaan REP-MEQR ini tidak hanya baik dan sukses dalam laporan keuangan dan realisasi anggarannya saja, tetapi setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki outcome atau impact yang terukur dalam meningkatkan mutu madrasah. (editor-Sekretaris Pokjawasmad Prov. Jateng)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download