Site Loader

Senin, 19 Oktober 2020 merupakan awal kegiatan dimulainya Bimtek Penerapan EDM dan e-RKAM bagi Tim Inti Provinsi Jawa Tengah Zona B1. Pelatihan diikuti oleh 18 peserta, yang terdiri  dari 2 TIN (Tim Inti Nasional, 12 TIP (Tim Inti Provinsi), dan 4 dari peserta unsur Kanwil Kemenag Prov. Jateng. Pelaksanaan Bimtek tanggal 19-23 Oktober 2020 di Hotel Pandanaran Semarang. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan pendekatan synchronous dan asyinchronous. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemenag RI melalui Direktorat KSKK Dirjen Pendis Jakarta.

Pada sesi pembukaan Direktur KSKK Dr. H. Ahmad Umar, MA menyampaikan bahwa madrasah akan baik jika dikelola oleh pengelola yang baik. Untuk itu sudah semestinya sekarang guru harus dapat mengikuti perkembangan zaman, terutama penguasaan teknologi informasi. Guru jangan gampang mengeluh ketika disodori hal-hal yang baru. Harusnya guru tertantang dengan disrupsi perkembangan zaman. Kata kunci dari mengembangkan madrasah adalah menjadi pribadi yang baik dan selalu mengembangkan kompetensi yang dimilikinya. Beliau merasa yakin dengan tangan dingin pengelola madrasah yang baik maka madrasah akan terurus dengan baik.

Kemudian beliau juga menyampaikan tentang asesmen kompetensi minimal (AKM) untuk siswa madrasah. Beliau ungkapkan bahwa pendaftaran AKM diluar ekspektasi Direktorat. Saat ini yang sudah mendaftarkan diri berkisar 11 ribuan yang sebelumnya direncanakan sekitar 173 siswa sebagai sampling. Ini adalah pertanda baik untuk madrasah, ternyata siswa-siswa madrasah siap untuk tanding dan diukur ketika madrasah memberikan respon terhadap kebijakan Kementerian Agama RI. Dengan ekspektasi tersebut maka Direktorat KSKK tidak akan menyebut asesmen tersebut dengan istilah AKM, tetapi dengan menggunakan istilah AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Madrasah Indonesia). AKM adalah asesmen kompetensi minimal, sedang pendidikan madrasah tidak ingin mencetak generasi yang berfikir minimalis. Madrasah ingin mencetak generasi yang hebat bermartabat dan berkelas dunia. Sehingga istilah AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Madrasah Indonesia) lebih tepat digunakan.

Disesi akhir Ahmad Umar menyampaikan terkait reformasi tata kelola madrasah dengan perbaikan manajemen system melalui EMIS. Sudah saatnya EMIS digenerate menjadi generasi terbaru NEW EMIS. NEW EMIS akan menjadi database madrasah yang berisi informasi-informasi serta data-data madrasah yang memuat semua layanan pendidikan di madrasah. Harapannya validitas dan akuntabilitas data madrasah akan semakin baik.

Mudah-mudahan dengan program-program Kementerian Agama RI melalui Direktorat KSKK Dirjen Pendis dapat menumbuhkan keadilan di madrasah. Madrasah yang maju tetap dapat dinamis, sedang madrasah lemah melalui penilaian mutu dan kinerja akan disuport melalui BOS Afirmasi dan BOS Kinerja, sehingga madrasah bisa maju bersama dan menjadi pilihan utama untuk layanan pendidikan masyarakat Indonesia (Suyanto-Sekretaris Pokjawasmad Jateng)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download