Site Loader

Tri Murdiyanti

Masa pandemi covid 19 belum berakhir. Hal ini menambah panjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang sering disebut dengan PJJ atau BDR. Walaupun demikian proses pengembangan kompetensi guru melalui kegiatan KKG harus tetap berjalan karena tuntutan tugas dan tanggungjawab memberikan layanan pendidikan. Banyak sekali tantangan pembelajaran diera pandemi covid 19. Kesiapan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran diuji oleh disrupsi anomali kehidupan. Tak ayal banyak guru yang melemah dan putus asa mencari jalan keluar menghadapi persoalan pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh memang membutuhkan ketrampilan khusus bagi guru. Guru harus melek teknologi informasi, karena teknologilah yang mampu menjawab tantangan pembelajaran di masa pandemi covid 19.

Tri Murdiyanti Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Semarang menegaskan saat diselenggarakan kegiatan KKG di MI Futuhiyyah 01 Kecamatan Genuk Kota Semarang, Sabtu (17/10), bahwa guru harus move on menghadapi pembelajaran jarak jauh. Sebelum masa pandemi guru dimanja dengan kegiatan pembelajaran tatap muka tanpa melakukan inovasi dalam bidang teknologi pembelajaran. Namun sekarang kreatifitas dan inovasi pembelajaran menjadi suatu keniscayaan. Di samping memberikan motivasi dalam hal pembelajaran lebih lanjut beliau sampaikan, “Guru  harus bisa memberikan kontribusi dan selalu membimbing siswanya untuk dapat menjadi juara dan berprestasi. Sehingga pengembangan kompetensi yang dilakukan guru secara langsung berdampak pada peningkatan kompetensi siswa.”, tegas Tri Murditanti saat memberikan pembinaan.

Untuk menjawab harapan menjadikan madrasah yang ideal salah satu ikhtiarnya adalah melalui KKG. KKG ini yang nanti menjadi rumah guru untuk melakukan lesson collaboration, sehingga memungkinkan saling berbagi pengetahuan dan ketrampilan. Kegiatan Kelompok Kerja Guru diikuti seluruh guru dan kepala madrasah ibtidaiyah se-Kecamatan Genuk. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan sekali. Namun untuk kegiatan saat ini walaupun tatap muka tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini diungkapkan Mufid selaku ketua KKG,“ Meski pandemi, kita tetap semangat untuk memulai kegiatan KKG, namun tetap mematuhi protokol kesehatan. KKG harus tetap berjalan untuk bisa mewujudkan keinginan guru dalam menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan tusinya,”.

Materi kegiatan KKG kali ini dijelaskan oleh Mufid berkisar tentang menciptakan model dan metode pembelajaran berbasis teknologi. Banyak hal yang didiskusikan dalam kegiatan. Utamanya menyiapkan guru dalam digitalisasi pembelajaran. Walaupun saat ini mayoritas guru sudah S1 namun ketrampilan di bidang IT belum merata. Masih ada beberapa guru yang gagap teknologi. Untuk itu peningkatan profesionalisme guru dalam hal penguasaan teknologi menjadi prioritas kegiatan. Metode KKG yang nanti dikembangkan adalah menggunakan pendekatan kolegial atau metode tutor sebaya. Guru yang mahir di bidang IT akan mendampingi guru yang lain.  Mudah-mudahan ikhtiar untuk terus meningkatkan kompetensi siswa tetap dinamis, dan tujuan pendidikan tercapai. (editor-Sekretaris Pokjawasmad Jateng)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download