Site Loader

Bimtek hari ke 2

Bimtek Supervisi Pembelajaran berdasarkan Kurikulum (KMA 183 dan 184) dan Implementasi E-Learning di Madrasah (Zona Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten dan Bali) dilaksanakan hari Rabu-Kamis, 7-8 Oktober 2020. Zona Jawa Tengah wilayah Kabupaten Grobogan dilaksanakan di tiga titik yaitu di MTs N 1, MTs N 2 dan MAN 1 Grobogan.

Bimtek diikuti oleh 119 Kepala RA, 98 Kepala MI, 99 Kepala MTs, 43 Kepala MA, dan 8 Pengawas Madrasah. Peserta mengikuti kegiatan melalui live zoom meeting dengan link yang telah dibagi oleh Kasi Penma Kab. Grobogan. Peserta sangat antusias terhadap kegiatan yang dilaksanakan Direktorat KSKK karena tema yang diangkat sangat membumi terutama saat pandemi Covid 19. Besar harapan dengan kegiatan ini ada pencerahan bagi kepala dan pengawas madrasah untuk mengelola dan mensupervisi pembelajaran yang di saat pandemi ini “ujar Masrukan (Pengawas Madrasah Kab. Grobogan).

Pada hari ke-2 banyak mengupas tentang kurikulum PAI dan Bahasa Arab sesuai KMA 183 dan 184. Sesi kurikulum banyak dikupas oleh Sofar Shalahudin Bisri bahwa ibarat sebuah rumah KMA 183 adalah rumahnya sedang KMA 184 adalah pintu. Sebagai pintu, madrasah mempunyai kebebasan untuk memilih pintu mana yang ingin dimasukinya. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa madrasah mempunyai kebebasan mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan sesuai keunggulan madrasah. Sehingga dengan KMA 184 otonomi madrasah kran-kran pengembangan madrasah sangat terbuka lebar.

Lebih lanjut untuk pembelajaran di saat PJJ bukan berarti menyederhanakan pembelajaran, tetapi pembelajaran saat ini hanya bersifat mengubah pola pembelajaran yang saat normal pembelajaran dilakukan melalui tatap muka sedangkan pembelajaran disaat pandemi pembelajaran melalui daring di rumah. Pembelajaran saat ini bahkan mempunyai beban yang berat karena saat ini KD dan SKL sama sedangkan alokasi waktu dan pendekatannya berbeda dengan saat normal. Maka saat ini dituntut kreatifitas dan inovasi guru dalam memahami bagaimana pola pembelajaran dapat dilaksanakan dengan tuntutan SKL dapat tercapai. Kemudian guru harus melakukan analisis KD untuk pembelajaran di masa pandemi. Analisa materi essensial sangat penting agar muatan KD dapat disederhanakan dan siswa tidak terbebani dengan beban kurikulum yang besar. Analisis ini dapat dilakukan dengan melakukan relaksasi setiap indikator KD. Materi yang tidak essensial akan disampaikan guru melalui elaborasi dengan berbagai sumber belajar. Menentukan materi essensialpun diserahkan guru untuk menentukan karena guru yang lebih tahu mana materi essensial dan materi non essensial (Margono-Grobogan)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download