Site Loader

Grobogan—Dalam rangka meneguhkan dan menguatkan peran learning community unsur madrasah di Kabupaten Grobogan, Kamis (22/04) bertempat di MTsN 1 Grobogan diselenggarakan kegiatan pengukuhan pengurus KKM I RA, MI, MTs, dan MA wilayah eks. Kawedanan Singenkidul. Kegiatan pengukuhan dilanjutkan Pembinaan Kamad, OPM, dan pembentukan Tim Pengembang Emis RA, MI, MTs, dan MA oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan, H. Imron, S. Ag., M. Si. Kegiatan ini sebagai implementasi Keputusan Dirjen Pendis Nomor 5852 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Kerja Madrasah.

Kasi Penma Hadi Purwanto mengawali kegiatan pembinaan secara virtual melalui google meet mengatakan, bahwa “Pemetaan madrasah melalui KKM harus berimbas pada peningkatan kualitas. Di antara tugas KKM ke depan adalah menyusun perencanaan baik yang bersifat akademis maupun manajerial madrasah. Yang bersifat akademis diantaranya sharing pembelajaran contoh Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Sharing pembelajaran tersebut bertujuan untuk membekali guru dalam rangka penguasaan materi Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA sehingga mampu mengembangkannya dalam pola dan strategi pembelajaran yang efektif. Kemudian terkait manajerial diharapkan melalui KKM semua persoalan kepala madrasah dapat dibedah dan diselesaikan dalam komunitas pembelajar kepala madrasah”, jelasnya.

Peningkatan kualitas pendidikan harus terus diupayakan secara berkesinambungan, salah satunya adalah semangat mengembangkan madrasah melalui restrukturisasi dan revitalisasi seluruh peran komponen madrasah. Hal ini sesuai dengan Pembinaan Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan, bahwa “Salah satu implementasi dari Kepdirjen 5852 tahun 2020 adalah pembentukan KKM yang berorientasi pada optimalisasi peran kepala madrasah sebagai pemimpin madrasah. Pengukuhan ini sebagai start awal bagaimana kepala madrasah dalam learning community mampu merancang sebuah madrasah dengan memiliki branding program yang berbeda dan mencirikan madrasah tersebut. Era saat ini bukan saatnya kepala madrasah hanya duduk, diam, dan dalam KKM hanya berbicara iuran saja. Tapi kepala madrasah harus mampu memunculkan ide inovasi dalam pengelolaan sekaligus profesional serta kompetitif. Untuk menjadi madrasah yang berkualitas seluruh stakeholder; yayasan, kamad, guru, dan tendik harus bersama-sama melahirkan dan melaksanakan visi, misi, tujuan, dan program yang berasaskan kekinian. Restrukturisasi dan revitalisasi inilah yang nanti akan melahirkan program yang berciri khas dan menjadi branding madrasah”, jelas H. Imron.

Lebih lanjut H. Imron menyampaikan pesan dalam rangka menghadapi awal tahun pelajaran 2021/2022, ”Sebentar lagi kita akan masuk hari raya idul fitri 1442 H. Hari raya tersebut bisa menjadi momentum yang sangat berharga dalam rangka membangun soliditas stakeholder di madrasah. Penguatan interpersonal sangat penting, baik antar guru, maupun dengan masyarakat. Kepala madrasah harus berani mengawali komunikasi, pendekatan, dan sekaligus menyampaikan program unggulan ke masyarakat. Terlepas dari itu semua program, prestasi, keunggulan, dan nilai manfaat keberadaan madrasah tidak akan diketahui manakala madrasah belum berani memviralkan kemasyarakat nyata dan maya. Untuk itu publikasi menjadi sangat penting dalam rangka marketing madrasah”, jelasnya.

Kemudian diakhir pembinaan, H. Imron mengajak ke semua pejuang madrasah bahwa dalam rangka memajukan madrasah ke grade yang lebih tinggi, agar apa yang kita lakukan senantiasa dilandasi nilai perjuangan dan pengabdian. Nilai pengabdian dan perjuangan inilah yang membentuk performa sumberdaya madrasah yang efektif dengan hasil kinerja yang maksimal.

Pewarta               : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download