Site Loader

Grobogan (19/3)—-Bertempat di Ballroom Hotel Kyriad Purwodadi (16/3), Kelompok Kerja Raudlotul Athfal (KKRA) menyelenggarakan Seminar Sehari bertemakan “Learning process at home with a teacher“. Kegiatan seminar sehari terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama diselenggarakan pagi hari jam 09.00-12.00, membedah konsep “Learning process at home with a teacher” oleh Kasi Pendidikan Madrasah. Dan sesi kedua diselenggarakan sore hari jam 15.30-17.00 menghadirkan Kakanwil Kemenag Prov. Jateng. Hadir pada sesi kedua seminar tersebut Kakankemenag Kab. Grobogan H. Imron, S. Ag., M.Si., Kasi Pendidikan Madrasah H. Hadi Purwanto, Pengawas Madrasah, dan seluruh kepala RA di kabupaten Grobogan.

Kakanwil sebagai narasumber pertama sesi kedua mengatakan bahwa, “Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru RA di Kab. Grobogan, walaupun dalam masa pandemi Covid 19, guru RA masih memberikan kontribusi dan tetap bergerak dalam upaya peningkatan pembelajaran di RA. Kegiatan ini sangat baik namun karena masih dalam masa pandemi, sehingga kegiatan wajib memperhatikan protokol kesehatan. Saat ini program vaksin yang dijalankan pemerintah masih bertahap, termasuk menyasar pada 210.000 jamaah haji. Vaksin yang ada saat ini sudah melalui uji klinis dan sudah dihalalkan melalui kajian MUI, sehingga tidak ada alasan untuk menolak program vaksinasi covid 19”, ungkapnya.

Lebih lanjut Kakanwil menyinggung tentang moderasi beragama, beliau mengatakan bahwa, ”Bangsa indonesia dengan kekayaan alam yang luar biasa wajib bagi kita mensyukurinya. Hal ini diungkap dalam lagu nasional Indonesia Pusaka bahwa Indonesia tanah air kita, tempat lahir, dibesarkan, berlindung, dan sampai menutup mata. Maka dari itu janganlah tanah air ini karena perbedaan cara pandang agama merusak persaudaraan dan persatuan bangsa. Agama adalah rahmatan lil ‘alamin. Agama adalah guidance, pengarah, dan sumber inspirasi untuk menata kehidupan masyarakat. Untuk Menghadapi perbedaan cara pandang agama, Islam Wasathiyah sebagai bentuk moderasi beragama harus menjadi cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Dengan mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa akan menjadikan kehidupan bermasyarakat akan sejuk, damai, solutif, dan optimis”, terangnya.

Selanjutnya H. Hadi Purwanto narasumber kedua pada sesi kedua menyinggung sahabat madrasah bahwa, “Implementasi sahabat madrasah bertujuan untuk mewujudkan madrasah dengan keunggulan dan berprestasi, melaksanakan pengelolaan madrasah dengan baik, bersama berprestasi dan berbagi, serta tereplikasi ke madrasah mitra/binaan. Kemudian tujuan selanjutnya adalah sebagai dasar pelaksanaan pembinaan program berkeunggulan yang dilaksakan oleh kemenag kab/kota se Jawa Tengah”, terangnya.


Kontributor : H. Margono (Pengawas Madrasah Kab. Grobogan)

Editor           : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download