Site Loader

Batang—Bertempat di lt.2 aula Kantor Kementerian Agama Kab. Batang, Senin (08/3) diselenggarakan kegiatan Pembinaan ASN dalam kapasitas penguatan Muzakki oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubag, para Kasi dan Garazawa, Kepala KUA, Pengawas, Penyuluh, Kepala MAN/MTsN/MIN, Pokjahulu, pengurus IGRA Kab. Batang.  Kepala Kankemenag Kab. Batang H. Mohammad Aqsho, dalam sambutannya, “Batang dengan segala kelebihan yang dimiliki merupakan aset yang berharga dan membanggakan. Batang dengan potensi kearifan lokal di tengah perjalanan menuju kota industri, mempunyai kapasitas religius yang harus di jaga dan dipertahankan”, Terangnya.

Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah dalam pembinaannya menyampaikan bahwa, “ASN di Kementerian Agama adalah tempat yg paling nyaman dibandingkan dengan ASN yang lain. Pengabdian dan keberadaan kita adalah penjaga moral masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi ada nilai ibadah di dalamnya, di samping kita tetap memperoleh gaji negara. Maka bersyukur adalah kunci utama. Jangan perprasangka dengan motto rumput tetangga lebih hijau sehingga mengurangi rasa syukur. Kita patut bersyukuri hidup di NKRI yg gemah ripah loh jinawe, dimanjakan dengan bumi yang dipenuhi dengan berkah dan rahmat. Kehidupan sosial dengan penduduk yang santun, sehingga satu kampung menjadi saudara semua. Hanya di Indonesia yang memberikan ruang menjalankan ibadah dengan damai, kebebasan dihormati, serta diberi ruang untuk berkembang dan mengembangkan diri. Disini ladang kita untuk berkompetisi menjadi yang terbaik”, Jelasnya.

Lebih lanjut tentang pendidikan Kakanwil memberikan motivasi, bahwa, “Sekarang, madrasah menjadi trend center dalam pengelolaan pendidikan. Satu sisi banyak sekolah yang gulung tikar, tapi madrasah mampu tumbuh dan berkembang, menjamur bagaikan jamur yang tumbuh di musim penghujan. Ini adalah dinamika pendidikan. Suatu saat madrasah akan menguasai dunia ketika pengelolanya mau belajar. Belajar untuk menjadi profesional, karena inilah kunci utama untuk bersaing di masa depan”, terangnya.

Kemudian tentang penyelenggaraan zakat Kakanwil menyampaikan, “Zakat merupakan bagian tatanan syari’at sosial yang sangat urgen. Maka pengelolaan zakat harus menggunakan standar operasional prosedur yang jelas. Zakat harus di manajemani dengan baik. Dalam rangka hal tersebut, negara hadir menentukan kebijakan pengelolaan zakat agar tidak terjadi tumpang tindih. Maka dibentuklah BAZNAS yang lahir secara independen. Regulasi tentang zakat menjadi acuan dalam pengelolaan zakat. Zakat pernah kehilangan ruhnya dari makna tumbuh dan bersih beralih ke makna berkurang. Alhamdulillah sekarang nilai zakat sudah kembali lagi ke level yang sebenarnya. Zakat menjadi kebutuhan, bahkan menjadi gerakan moral yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian pengelolaan wakaf menjadi bagian yg tak dipisahkan dari tupoksi UPZ. Terkadang ada kesalahan dalam pengelolaan wakaf. Mereka mengambil wakaf tersebut, seolah-olah mereka yang punya, karena posisi orang tersebut adalah Nadhir. Maka lahirlah BWI dengan tujuan intitas wakaf terjaga sesuai dengan tupoksinya”, Pungkasnya.

Kontributor        : Siswo Pengawas Madrasah Kab. Batang

Editor                   : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download