Site Loader

Grobogan (02/3)—Sebagai tindak lanjut pasca Bimtek penerapan EDM-eRKAM tahun 2020 adalah pendampingan teknis pelaksanaan EDM dan eRKAM di madrasah sasaran. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk memastikan setiap madrasah dapat melaksanakan dan menggunakan instrument EDM sesuai pedoman, serta menyusun RKAM berdasarkan hasil EDM dengan menggunakan aplikasi e-RKAM.

Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan dalam rangka persiapan pendampingan madrasah sasaran, diselenggarakan rapat koordinasi Tim Inti Kabupaten bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan H. Imron Rosyidi, S. Ag., M. SI. Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan merancang teknis pelaksanaan pembinaan. Dalam sambutannya Koordinator TIK Grobogan H. Margono mengatakan bahwa,”Sesuai surat edaran No. 9/PMU-MEQR/HM/I/2021 tentang pelaksanaan pendampingan madrasah peserta bimtek TIM dalam rangka impleentasi EDM dan e-RKAM akan dilaksanakan dalam rentang waktu pekan I bulan Februari sd. Pekan 4 bulan Maret 2021. Kegiatan pendampingan melibatkan 1 TIP dan 4 TIK untuk 79 madrasah sasaran tahun 2021”. Jelasnya.

Berdasarkan surat edaran tersebut metode pendampingan dengan menggunakan pendekatan school visit, sehingga peran Tim Pendamping sangat besar dalam mensukseskan program penerapan EDM dan RKAM secara elektronik. Hal ini senada dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan, bahwa,”Perencanaan yang baik dalam sebuah lembaga sangat penting. Perencanaan adalah ruhnya madrasah.  Ketika perencanaan tidak bisa mengcover seluruh kegiatan dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan madrasah, maka dipastikan terjadi kesalahan dalam perencanaan. Untuk itu penyusunan RKAM janganlah hanya sebatas aktifitas rutin tiap tahun tapi tidak mampu mewujudkan kualitas madrasah secara berkesinambungan. Disinilah tantangan besar bagi seluruh tim baik tim madrasah maupun kabupaten bagaimana penyusunan perencanaan ini sesuai dengan kondisi dan analisa riil madrasah”. Tandasnya.

Lebih lanjut H. Imron Rosyidi menyampaikan pesan kepada semua tim bahwa,”Tim pendamping harus responsibility terhadap situasi saat mendampingi, baik dari unsur personal madrasah maupun system. RKAM yang nanti dikerjakan madrasah adalah RKAM digital, maka Tim pendamping harus cepat merespon kesulitan-kesulitan dalam proses input database. Kemudian dalam rangka personality approach, tim pendamping harus komunikatif, koordinatif, dan solutif dalam proses. Sehingga kesulitan-kesulitan madrasah akan dapat diminimalisir”. Tambahnya.

Semoga dengan perencanaan yang baik dan professional menghantarkan madrasah menuju pintu gerbang kualitas yang hebat bermartabat.

Pewarta               : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download