Site Loader

Grobogan (18/2)—Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan diselenggarakan rapat koordinasi dan pembinaan Pokjawas Madrasah dan PAIS oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan H. Imron Rosyidi, S. Ag., M. SI. Rapat diikuti oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Kasi PAIS, 8 Pengawas Madrasah, dan 10 Pengawas PAIS. Acara mengambil tema “Mewujudkan pengawas madrasah dan pengawas PAIS yang profesional”.

Pada sambutannya Ketua Pokjawas Madrasah Kankemenag Kab. Grobogan H.Margono, S. Pd., M. Pd, menyampaikan bahwa, “Kondisi pengawas madrasah saat ini hanya berjumlah 8 orang yang mempunyai beban kerja melakukan kepengawasan terhadap sekitar 350 madrasah. Sungguh beban kerja yang membutuhkan energi ekstra dalam rangka pembinaan, pemantauan, pembimbingan, dan penilaian kinerja seluruh komponen madrasah. Untuk itu Margono berharap sinergitas dan dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan menjadi sesuatu yang sangat penting”, kata Margono.

Pengawas mempunyai peran yang strategis dalam rangka penjaminan mutu pendidikan terutama di madrasah. Hal ini sesuai pembinaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, bahwa,”ada 3 hal yang harus menjadi pegangan pengawas dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya saat ini; 1. Tata kelola pengawas yang baik dan kredibel, 2. Pengawas harus mengedepankan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama dalam setiap aktifitas dan kinerjanya, dan 3. Mampu menerjemahkan dan mengeksekusi “Sahabat Madrasah” dalam pengembangan madrasah”. Terang Imron Rosyidi.

Lebih lanjut Imron Rosyidi menjelaskan bahwa,”Situasi Pandemi saat ini membutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Pengawas harus merasa bahagia dan senang dalam pelaksanaan tugasnya. Namun demikian, walaupun dalam kondisi keterbatasan, pengawas harus mampu mengeksplorasi kemampuan dalam rangka melakukan inovasi dan kreasi dalam kepengawasan. Tentunya banyak strategi yang bisa dikembangkan, tetapi tetap harus berpegang pada PMA No. 2 Tahun 2012 sebagai dasar referensi dalam pelaksanaan tata kelola dan kinerja pengawas. Kemudian dalam aplikasi kinerja harian, 5 Budaya Kerja Kementerian Agama harus menjadi ruh setiap langkah pengawas. Harapannya dengan penjiwaan 5 Budaya Kerja, menghasilkan pengawas yang berintegritas, professional, inovatif, tanggung jawab, dan teladan”, Jelasnya.

Lebih lanjut Imron Rosyidi menegaskan tentang “Sahabat Madrasah” sebagai jargon pendidikan madrasah di Jawa Tengah, beliau mengatakan bahwa,”Sahabat Madrasah janganlah hanya sebatas slogan yang dipampang di dinding madrasah. Sahabat Madrasah harusnya menjadi branding Jawa Tengah. Untuk itu Sahabat Madrasah harus diterjemahkan dalam master plan yang nyata, rancang besteknya, dan eksekusi dalam kebijakan dan aktifitas yang riil dalam rangka pengembangan madrasah. Dengan pola yang riil, pengembangan madrasah menuju madrasah hebat bermartabat di Kabupaten Grobogan akan segera terealisasi”. Tandasnya.

Semoga ikhtiar “Sahabat Madrasah” dalam rangka mewujudkan madrasah hebat bermartabat diridlai Allah SWT.


Pewarta               : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download