Site Loader

Kota Semarang (9/02)—Hujan lebat yang turun terus menerus selama dua hari berturut-turut di wilayah kota Semarang mengakibatkan banjir hampir di seluruh kota. Termasuk wilayah kecamatan Genuk.Terdapat dua madrasah ibtidaiyah yang terdampak bencana banjir.yaitu MI Mirfaul Ulum dan MI Tarbiyatul Islam dengan ketinggian di atas  1.5 meter.

Tri Murdiyanti selaku pengawas madrasah wilayah kec.Genuk dalam pembinaannya menyatakan ikut prihatin atas musibah banjir yang menggenangi sejumlah madrasah dan rumah sebagian guru madrasah.”Saya ikut prihatin atas musibah banjir kali ini, semoga segera surut dan kita bisa saling bergandeng tangan, bahu membahu bergotong royong membersihkan madrasah yang kebanjiran itu dengan mengerahkan guru –guru anggota KKG,” pintanya.( 9/2)

Kegiatan kelompok kerja madrasah (KKM) dimotori oleh Hamdun dan dihadiri oleh semua kepala madrasah ibtidaiyah sekecamatan Genuk.”Kami sengaja melakukan koordinasi KKM sekaligus meminta ibu pengawas memberikan arahan dan pembinaan pada kami kepala madrasah untuk bisa secepatnya ikut berbagi dalam tanggap bencana banjir ini. KKM akan mengajak KKG untuk saling bahu membahu membantu meringankan beban guru dan madrasah yang tertimpa bencana,”tegas Hamdun.

Pada kesempatan ini, Tri Murdiyanti mengajak penggalangan dana untuk berbagi sebagian rizki guna meringankan beban teman teman guru  yang sedang tertimpa bencana.”Mari kita berbagi bersama dengan menyisihkan sebagian rizki untuk rekan-rekan guru yang sedang membutuhkan bantuan”,ajaknya.

“Kegiatan berbagi ini baru bisa kita laksanakan besok pagi hari Rabu ( 10/2) star jam 08.00 di MI Nurul Falah dan dipimpin oleh pak Ghufron ,” kata Hamdun.Hasil penggalangan dana akan dibelikan sembako dan langsung diserahkan ke guru-guru yang tertimpa musibah banjir, tambahnya.


Sumber : Tri Murdiyanti (Pengawas Kota Semarang)

Editor     : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download