Site Loader

Temanggung, 12 Januari 2021-Di tengah pandemi covid-19, PGRI cabang Unit Kerja Khusus Kementerian Agama Kabupaten Temanggung tetap harus melaksanakan amanah organisasi. Dengan menerapkan protokol kesehatan, PGRI UKK Kemenag Temanggung mengadakan konferensi cabang. Sebanyak 25 orang anggota PGRI terdiri dari Pengawas Madrasah dan Guru sebagai pengurus cabang dan pengurus ranting mengikuti konfercab. Acara ini di laksanakan pada hari Selasa, 12 Januari 2021, bertempat di aula PPAI Kandangan, Temanggung.

Hadir pula dalam acara konfercab ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (H. Ahmad Muhdzir, S.Ag. MM) dan Pengurus Daerah PGRI Kabupaten Temanggung. Tepat pukul 09.00 WIB, acara Konferensi PGRI cabang Unit Kerja Khusus Kementerian Agama Kabupaten Temanggung dibuka secara langsung oleh Kankemenag Temanggung. Dalam sambutannya, H. Ahmad Muhdzir, S.Ag. MM, menekankan bahwa PGRI UKK Kemenag harus mampu membawa peran yang sangat penting dalam mewujudkan visi Kementeria Agama yaitu Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

Lebih lanjut H. Ahmad Muhdzir, S.Ag. MM, mengharapkan agar PGRI UKK Kemenag dalam perannya dapat mewujudkan SDM unggul untuk “Indonesia Maju” tetap dalam koridor visi Kementerian Agama yang sejalan dengan slogan yang sangat bermakna yakni “Kemenag Jateng Majeng”. Majeng artinya maju, terus bertambah dan bertambah. Kinerja sebagai aparat di kemenag baik Pengawas Madrasah maupun guru harus  terus maju seta kinerjanya menuju peningkatan.

Majeng menurut Kankemenag Temanggung merupakan singkatan yaitu “Moderat, Akuntable, Jernih dan Ngayomi”. Moderat dalam konteks moderasi beragama. Di tengah-tengah pandemi covid-19 ini, dimana sosial ekonomi masyarakat juga sedang diuji, maka para anggota PGRI UKK Kemenag harus menanamkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Akuntabel maksudnya semua pengawas masrasah dan guru dalam pelaksanaan tugas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan maksud dari jernih adalah antara hati, fikir, ucapan, dan perbuatan yang kita lakukan sama. Artinya ngayomi adalah mampu memberikan rasa nyaman, perlindungan, hadir sebagai pengayom di semua masyarakat.

Di akhir sambutannya Kankemenag Temanggung, mengharapkan semua program PGRI UKK Kemenag hendaknya menerapkan nilai-nilai tersebut pada semua diri pengawas madrasah dan guru, sehingga dapat menghadirkan guru hebat sebagai Sumber Daya Manusia  yang unggul menuju madarash hebat bermartabat.

Dalam konfercab PGRI UKK Kemenag ini, program kerja umum yang telah dilaksanakan selama lima tahun masa bakti XXI 2015-2020 dapat dipertanggungjawabkan di hadapan anggota PGRI. Diantara program kerja yang dapat terealisasi adalah :1. Peningkatan mutu profesisekaligus kesejahteraan anggota, 2. Peningkatan komunikasi organisasi, 3. Peningkatan pemberian perlindungan kepada anggota, 4. Peningkatan mutu organisasi dan kinerja pengurus, 5. Rekrutmen anggota baru

Tidak kalah penting pada konfercab tersebut yang ditutup pada pukul 13.30 WIB adalah menghassilkan keputusan susunan pengurus PGRI UKK Kemenag masa bakti XXII, tahun 2020 – 2025. Terpilih sebagai pengurus harian adalah Heri Setyowibowo, S.Ag. MSI (Ketua), Nuryanto, S.Ag (wakil ketua), Drs. Komari (sekretaris), Sri Yatun, S.Ag. MSI ( wakil sekretaris ), Musrinah, S.Pd.I, M.Pd (bendahara), Dra. Anik Yuliani, M.Pd (wakil bendahara).

Semua pengurus harian PGRI UKK Kemenag ini terpilih dari unsur pengawas madrasah. Artinya di tengah-tengah kesibukannya sebagai anggota Pokjawas dan APSI, pengawas madrasah tetap harus berrkiprah di organisasi profesi PGRI. Amanah yang harus diemban untuk pengurus PGRI UKK Kemenag dalam program kerja secara umum difokuskan pada 10 (sepuluh) program utama (dasa karsa) sebagai berikut; 1. Pengakuan PGRI sebagai organisasi profesi, 2. Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anggota, 3. Perbaikan sistem penerimaan dan rekrutmen anggota baru, 4. Sistem keuangan dan akuntabilitas tatakelola iuran anggota, 5. Kaderisasi, kepemimpinan dan peningkatan kinerja pengurus PGRI, 6. Konsolidasi dan efektivitas forum organisasi, 7. Peningkatan kerja sama dan pengembangan usaha, 8. Penataan dan penguatan lembaga pendidikan PGRI, 9. Penataan perkantoran dan peraturan organisasi, 10. Penataan dan Pengembangan perangkat kelengkapan organisasi. (Sri Yatun: Kontributor Temanggung, Editor : Idi Joko Sudono-Humas Pokjawas Madrasah Jateng)

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download