Site Loader

Jepara—Rabu (30/12) bertempat di Aula 2 Kantor Kementerian Agama, Pengurus Pokjawas Madrasah Kemenag Kabupaten Jepara menyelenggarakan Workshop Penyusunan SKP, PKG dan PKKM. Workshop yang diikuti oleh seluruh pengawas madrasah ini dalam  rangka memantapkan kembali kemampuan pengawas madrasah dalam menyusun SKP.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Pokjawas madrasah  H. Fakih, S.Ag, M. Pd.I. mengatakan bahwa,”Saat ini pengawas madrasah harus merubah paradigma dalam bekerja. Pengawas madrasah harus bisa menjadi teladan yang baik untuk kepala dan guru madrasah binaan. Salah satu indicator strategi yang dilakukan adalah pengawas madrasah harus tuntas dalam pelaksanaan tugas dan menyebarkan energi ketuntasannya kepada kepala dan guru madrasah. Salah satu ketuntasan yang dimaksud pengawas madrasah mampu menyusun SKP untuk kepentingan personal serta mampu membimbing guru dan kepala madrasah dalam penyusunan SKP. Selain itu Pengawas madrasah juga dapat membimbing kepala madrasah dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG), serta melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di madrasah binaannya masing-masing”, ungkapnya. Selanjutnya kegiatan workshop dipandu oleh Musta’in, S. Ag, M. Pd.I dan Sholeh, S. Ag, M.Pd.I sebagai narasumber.

Mustain dalam paparannya banyak menyinggung tentang teknis dan pelaksanaan PKG, PKKM dan SKP. Kemudian Mustain juga menyampaikan materi tentang Keputusan Dirjen Pendis no 5851 tentang Pokjawas Madrasah. Mustain mengatakan,”ada beberapa perubahan yang harus disesuaikan dengan juknis terbaru, masa periodesasi menjadi 4 (empat) tahun. Kemudian struktur organisasipun harus menyesuaikan Kepdirjen, meliputi; bidang perencanaan dan pelaporan, evaluasi program pengawasan dan penjaminan mutu, bidang advokasi dan peningkatan kompetensi pengawas, bidang kesejahteraan sosial, kerjasama, humas, dan sarpras, serta koordinator pengawas”, tandasnya. Selanjutnya Musta’in dalam materi yang lain juga menyampaikan Kepdirjen Pendis Nomor 6572 tahun 2020 tentang Juknis BOP RA dan BOS Madrasah. Materi ini sebagai bahan pengetahuan dalam rangka pembimbingan kepada madrasah dalam pengelolaan keuangan secara baik, transparan, dan akuntabel.

Selanjutnya narasumber ke-2 banyak menyoroti tentang sistem penjaminan mutu madrasah. Sholeh mengatakan bahwa, “dalam rangka penjaminan mutu dan kualitas, madrasah harus membentuk Tim Penjaminan Mutu Madrasah. Struktur organisasi dari TPM meliputi; penanggung jawab, ketua, sekretaris, bendahara, bidang pengembangan kurikulum, mutu lulusan, pembelajaran, mutu guru, sarpras dan manajemen madrasah. Di awal tahun anggaran Januari 2021 ini, tiap madrasah harus sudah membentuk Tim Penjaminan Mutu Madrasah. TPM ini akan bertugas melaksanakan Evaluasi Diri Madrasah (EDM), menyusun rekomendasi, serta menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM). Bagi madrasah piloting REP-MEQR, maka EDM dan eRKAM harus dikelola secara online”,jelas Sholeh.

Pelaksanaan workshop berjalan sangat dinamis, peserta banyak sharing dan mengungkap pengalaman riil di madrasah binaan. Dengan berbagi dalam bentuk workshop, semua permasalahan dapat terpecahkan dan sekaligus dapat menyamakan persepsi dalam rangka mengantarkan madrasah menuju era madrasah hebat bermartabat, serta berkelas dunia.


Sumber            : Musta’in, S. Ag, M. Pd.I (Pengawas Madrasah Kab. Jepara)

Editor              : Suyanto

Bagikan Kepada Teman

Post Author: Humas Pokjawasmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top Download